Hidup itu pilihan



Lagi iseng dan sebenernya super lelah karena seharian ini saya "ngebolang" sama salah satu temen baik saya dari SMA yang lagi liburan di Bangkok plus ditambah panasnya bangkok yang hari ini mencapai 40deraaaajat!!! *ssghhhhhh

Sebentar lagi adalah ulang tahun saya yang ke 29th, di ujung usia 20an ini saya merasa sangat bersyukur dengan hidup yang saya miliki dan telah saya lewati, kalau lagi merenung sendiri rasanya pengen nangis berurai air mata. Kita nggak akan pernah tahu rahasia hidup, saya memang memiliki mimpi yang tinggi tapi saya nggak pernah bermimpikan akan punya suami bule, akan tinggal diluar negeri, akan suka anjing, dan akan akan lainnya yang saat ini banyak yang sudah menjadi "telah".

Kalau throw back lagi dalam hidup saya, saat ini saya akan sangat bersyukur dengan setiap luka, air mata dan cobaan hidup yang telah saya lewati, karena pada akhirnya saya bisa dapat merasakan awal kebahagian yang luar biasa jauh dari yang saya bayangkan. Saya adalah tipe wanita pekerja jadi cita-cita saya dulu kerja untuk meraih sukses dan kehidupan yang lebih baik, tapi apa yang terjadi saat ini adalah sebaliknya, saya menjadi Ibu rumah tangga yang bahagia. Tetapi dengan menjadi ibu rumah tangga tersebut satu persatu impian saya terkabul, dan kalau boleh dibuat listnya sih berikut beberapa hal yang menurut saya besar yang terjadi dalam hidup saya :

1. Saya selalu bercita-cita meraih gelar S1, bukan karena gelarnya tetapi karena itu adalah salah satu syarat mutlak awal dari kita bisa diterima dengan posisi lumayan dan gaji yang lumayan juga (walaupun banyak yang nggak sesuai kenyataan), dulu saya pernah sempet cari cara bagaimana bisa supaya saya kuliah S1 dengan biaya sendiri pake gaji yang pas-pas'an, andai dulu saya menentukan pilihan untuk maksa kuliah pasti saya nggak akan bisa merasakan kuliah yang enak seperti sekarang ini, online study di universitas ternama, kuliah dari luar negeri, dan pastinya kuliah tanpa pusing sama bayarnya.

2. Andai saya masih menjadi orang yang "radikal" dalam hal keimanan, mungkin saya nggak akan bisa merasakan bagaimana rasanya menghargai sesama orang-orang yang berbeda keyakinan dan pemikiran, saya nggak akan tahu bahwa hidup ini bukan hanya tentang kita ke Tuhan, tetapi ke sesama termasuk ke makhluk hidup lainnya. 

3. Jika saya tidak melakukan kesalahan saya dahulu, yang mengharuskan saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya saat itu, mungkin saya akan memiliki kehidupan lain yang dahulu saya berfikir kehidupan tersebut adalah kehidupan yang lebih baik. Dan pada kenyataan nya sekarang saya tahu bahwa saya jauh lebih menikmati hidup saya saat ini walaupun harus melakukan kesalahan terlebih dahulu.

4. Dan kalau saya pada waktu pertama kali bertemu hunny itu mundur karena alasan perbedaan usia (that would be the biggest mistake I ever had) maka saya kemungkinan tidak akan bisa menikmati  kisah indah hidup saya bersama beliau, untungnya saya lebih memilih mendengarkan kata hati saya dan jujur pastinya bahwa I fall in love with him no matter what.

Actually masih banyak hal yang bisa saya tuliskan, tapi ini air mata kok ya ikutan ngalir yah, hahahaha tidak ada maksud untuk mengungkit-ungkit masa lalu, hanya saja ini baik buat saya pribadi sehingga saya harus selalu mengingat dimana bumi berpijak dan tidak menjadi orang yang lupa diri.

Seperti judulnya, hidup itu pilihan, andai saya tidak memilih pilihan-pilihan diatas tersebut, mungkin saya akan memiliki cerita hidup yang lain.... tetapi saya MENCINTAI DAN BERSYUKUR dengan cerita hidup yang saya miliki sekarang dan saya yakin lebih baik dari pada cerita hidup yang lain tersebut. (AMIN)


Love,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar