Vietnam Trip (Hanoi) part 1

Hi readers,

Saya sedang membuka file-file lama, dan akhirnya nemuin tulisan yang saya buat dua tahun lalu then saya decide untuk posting di blog, semoga bermanfaat bagi yang mau travelling ke Vietnam. 
pusat kota Hanoi dari ketinggian
Sudah lama sekali rasanya nggak buat tulisan,  mungkin masih kena syndrom santai ya, kalo dulu kan sibuk banget dan senengnya mencari-cari kesibukan, setahun belakang setelah resign bener-bener mau nikmatin hidup banget eh tapi malah keterusan.

Tapi sekarang saya coba aktif lagi deh biar sedikit-sedikit, now saya beruntung sekali mendapat kesempatan untuk visit ke salah satu negara di Asia yaitu Vietnam, jadwal saya adalah mengunjungi Hanoi dan Hue, sekarang saya sudah berada di Hanoi di salah satu distric ternama yaitu Hoan Kiem distric atau lebih dikenal dengan old quarter.

Hanoi sebenarnya adalah kota yang besar, tetapi secara tata kota mereka jauh tertinggal dari jakarta and bangkok, awal sampai di hanoi si hunny sudah kasih tahu bahwa siap-siap telinga sakit, saya kira karena udara dihanoi yang dingin, tapi ternyata saya salah... telinga sakit adalah sebab dari hampir tiap detik kita dihanoi akan selalu denger pengendara motor dan mobil berklakson ria, bukan cuma klakson biasa tapi sepertinya mereka sengaja memasang klakson yang bunyinya sangat-sangat luar biasa cetar membahana badai :)

Di Hanoi kita bisa lihat motor sangat menguasai kota ini, bisa dibilang jumlah motor di hanoi bisa 10kali lipat dari jumlah motor di jakarta apalagi di bangkok, kebayang kan gimana berisiknya ini kota? hihihi ;), tata lalu lintas mereka juga agak berantakan, jangan heran kalo kita bisa nemuin orang-orang yang berkendara berlawanan arah dari arah yang seharusnya diperbolehkan, atau tiba-tiba mobil, taxi or motor muter nih ditengah-tengah lalu lintas yang padat and tanpa lampu merah.

Resep bertahan hidup di hanoi adalah harus pinter nyebrang, jangan mimpi dengan berharap para pengendara akan berhenti kalo lihat kita pejalan kaki mau nyebrang, menyebranglah dan terus berjalan sekalipun ada kendaraan dari kanan-kiri, depan-belakang kita hahahaha or kalo kita berhenti malah kita ditabrak. Saya sendiri bingung kenapa mereka bisa bertahan dengan keadaan lalu lintas seperti itu, buat mereka jarak sesama kendaraan hanya 1cm itu masih wajar, coba dijakarta... yang ada pasti kita sudah siap maki-makian hahahha. Definitely kalo sampai si hunny pindah ke hanoi, yang pertama saya pesan adalah mobil dengan drivernya ;D

pusat kota Hanoi
Udara di hanoi sendiri sangat dingin buat saya, sometimes bisa sampai 10 derajat di malam hari, even di siang hari yang panas and matahari membuka discountnya untuk panas yang membara #halah hahaha udara tetap saja dingin, semua masyarakat di hanoi memakai winter coat or at least jacket, udaranya memang nice tapi sayang tidak seimbang dengan polusi mereka yang luar binasa... motor and mobil dimana-mana, asep knalpot, asep rokok semua jadi satu...

motor is everwhere :D
Roda perekonomian mereka sepertinya perlahan-lahan meningkat, memang mereka belum mempunyai mall sebesar dan semewah di jakarta apalagi di bangkok, tetapi banyak sekali butik-butik kecil di pinggir jalan, tidak hanya butik tetapi toko kelontong, mulai dari toko menjual sembako, menjual keperluan menjahit, plastik-plastik bahkan sampai toko-toko khusus menjual perlengkapan natal juga ada, mereka banyak ditemui di daerah old quarter dan letaknya seperti sudah di atur di jalan/gang (di hanoi disebut PHO) sendiri-sendiri tetapi saling berdekatan.















Untuk harga-harga souvenir... menurut saya cukup reasonable, mata uang mereka adalah dong (VND), dimana 1 dollar = 21.000 dong, orang vietnam quite fair dengan turis, mereka nggak segila orang-orang di bangkok, mereka memberikan harga yang wajar, dan kalau kita nggak jadi beli juga mereka nggak akan "nge-grutu" or bahkan marah-marahin kita, mereka tetap akan ramah.
Daerah hoan kiem distric adalah daerah yang terkenal dengan turis, untuk berkeliling di hoan-kiem kita bisa sewa mobil tourist dengan tarif 250.000 dong/30 menit (skitar Rp. 125.000), or kalau mau lebih enjoy ya naik becak yang kalo kita pinter nawar bisa dapet harga 150.000 dong/1jam (biasanya tukang becak buka harga di 300.000 dong), kalau saya memilih becak... karena lebih santai and bisa minta berhenti jika kita tertarik disebuah toko untuk mampir belanja.

Later saya akan lanjutkan lagi tulisan saya mengenai kebiasaan orang vietnam a.k.a vietnamese




Cheers,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar