Yes, saya malu... Dear future generations, I am sorry.

Well, This morning I get "shot" by watching a video that I really thought it was an amazing video but be honest it tears me, and I would love to share this video... please watch, share and change your act!



I know pasti ada aja yang akan berfikir "gile, mikirin hidup sendiri aja udah susah, ngapain juga mikirin soal dunia". Hey guys... please wake up!, mungkin karena kita terlalu sibuk mikirin diri sendiri jadinya hidup kita terasa susah, karena kita lupa bagaimana caranya menghargai hidup yang sebenarnya nggak melulu soal diri kita. 


Bumi ini bukan untuk manusia aja, apalagi manusia berduit rakus yang mereka mengaku berpendidikan, kaya raya tapi hatinya miskin. Bumi ini milik tumbuhan-tumbuhan yang bisa membawa banyak manfaat positif dalam kehidupan kita, ngasih kita udara yang segar, pemandangan mata yang hijau dan berwarna-warni nan indah, bukan cuma layar smart phone yang bisa ngerusak mata.

Bumi ini juga milik hewan-hewan, yang mereka memiliki rantai makanan nya sendiri untuk menjaga keseimbangan populasi, bukan di exploitasi berlebihan, bukan juga harus dimasak hidup-hidup demi memuaskan perut manusia, bukan di siksa untuk pertunjukan hiburan manusia semata, mereka berhak atas bumi ini.

Kalau kita mau benar-benar sadar climmate change itu bukan hasil karena bumi sudah tua, tapi karena kita!! yes kita sebagai manusia yang sudah merubah komposisi bumi ini secara besar-besaran. BUMI TIDAK PERNAH BERTAMBAH TUA, tapi kitalah yang membuatnya menua.

Coba pikir, berapa banyak asap kendaraan yang kita sumbangkan setiap hari? jam dan bahkan detik? dan dengan itu kita masih mau nambah koleksi mobil kita di garasi. Berapa banyak limbah industri demi memuaskan life style kita?, do we care???, baju-baju designer, tas-tas mahal dll.... hey humans, semua keindahan yang masih bisa kita rasakan saat ini akan pergi, dan ya kita bisa bilang "justru karena akan pergi kita harus nikmatin sepuas-puasnya sekarang", hellooo... what a selfish! how about our future generations, nggak usah future generations secara umum deh, yang menyangkut biologis kita, our children or our grand children or even grand-grand children.

Saya memang bukan dari latar belakang orang yang peduli dengan lingkungan dan alam sekitar, saya datang dari orang yang nggak ngerti apa-apa sampai saya bisa merasa sedih dan teriris-iris setiap kali mendnegar berita bahwa manusia merusak alam dan sekitarnya dengan cara keji hanya demi kepuasan mereka semata, dan saya malu, karena saya juga manusia.



Love,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar