Menikah dengan WNA? sebaiknya membuat perjanjian pranikah a.k.a prenuptial agreement (2)

Well, sebelumnya saya sudah sharing tentang pengalaman saya membuat prenup, silahkan klik disini jika ingin membacanya , nah berikut saya hanya ingin menambahkan sedikit informasi mengenai prenuptial agreement atau perjanjian pranikah ini.


Nah yang saya upload diatas adalah garis besar mengenai undang-undang perkawinan yang mengatur tentang prenup itu sendiri, jika yang beragama muslim maka di daftarkan ke petugas KUA, sedangkan non muslim di catatan sipil. Ohya setelah penandatanganan prenup agar prenup tersebut dapat berlaku untuk pihak ketiga maka prenup harus di daftarkan ke pengadilan (biasanya notaris yang telah berpengalaman mengurus prenup akan tahu proses ini dan seringnya mereka menawarkan jasa untuk sekalian mendaftarkan juga ke pengadilan, biayanya nggak mahal kok).

Sedangkan untuk proses ke pencatatan sipil, karena saya ada agent yang urus ini si agent biasanya hanya akan meminta copy dari prenup kita saja untuk mendaftarkan di catatan sipil, dan nanti di sertifikat nikah kita akan ada keterangan bahwa kita menikah dengan prenup, ohya selalu di inget ya prenup ini harus di daftarkan sebelum menikah, dan akan berlaku ketika kita telah menikah.

Pentingkah membuat prenup?, well menurut saya pribadi bagi kita yang menikah dengan WNA sebaiknya kita harus memiliki prenup dengan alasan agar hak kita sebagai WNI terlindungi, bisa saja kita nggak bikin prenup dan punya hak milik terhadap property yang kita beli di indonesia sekalipun kita telah menikah dengan WNA (rendahnya kontrol pemerintah), tetapi hal tersebut melanggar hukum dan jika ketahuan oleh dinas terkait bisa panjang ceritanya hehehe, saya pribadi selalu berusaha untuk taat hukum apalagi kedepan nya kami ingin tinggal di Indonesia jadi sebaiknya kita tertib hukum yang berlaku saja guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan kedepannya. 


Love,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar