Menikah dengan WNA? sebaiknya membuat perjanjian pranikah a.k.a prenuptial agreement

Holaaa,


Kali ini saya mau share pengalaman saya dalam membuat prenuptial agreement atau perjanjian pranikah, saya bukan ahli dalam hal ini tetapi apa yang akan saya bagikan disini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya.


Awalnya saya tidak merasa perlu untuk membuat prenup ini, tetapi setelah saya banyak mempelajari seluk-beluk tentang perkawinan campur antara WNI dengan WNA saya akhirnya memutuskan untuk membuat prenup. Awalnya saya agak ragu soal prenup ini, nikah kok pake bagi-bagi harta segala?, or kenapa soal cerai juga pakai dituangkan dalam selembar kertas? dll banyak hal yang saya merasa prenup ini jadi terkesan perjanjian yang hanya mengukur perkawinan tersebut berdasarkan harta atau materi.

Tetapi setelah berjalannya waktu dan mencoba memahami lebih dalam mengenai prenup ini akhirnya saya tahu bahwa prenuptial agreement ini bukan hanya tentang harta gono-gini, saya memandang prenup ini lebih untuk melindungi hak-hak saya sebagai WNI, dimana di negara kita tercinta ini jika kita memiliki pasangan WNA maka hak kepemilikan kita atas property (tanah maupun bangunan) akan turun menjadi hak guna saja, mohon dicatat jika kita tidak memiliki prenup bukan berarti kita tidak bisa membeli property di Indonesia, melainkan hak nya saja yang turun menjadi hak guna/pakai jadi kurang tepat kalau ada yang bilang jika tidak punya prenup maka tidak bisa membeli property.

Perjalanan saya sendiri membuat prenup ini cukup panjang dan berurai air mata hahahaha agak lebay sih tapi memang selama proses wedding ini bagian membuat prenup temasuk hal yang paling sensitif bagi saya. Mencari notaris yang sesuai dengan keinginan kami pun tidak mudah, karena kami ingin prenuptial agreement kami ini dibuat sesuai kondisi kami yang agak-agak "khusus". Dari yang saya alami selama pembuatan prenup ini, kami sudah mencoba mulai dari standard prenuptial agreement sampai yang benar-benar detail customized prenup, kenapa saya bilang standard? karena biasanya para notaris punya konsep nya masing-masing terhadap prenuptial agreement ini, dari yang pernah saya dapat yang standard prenup ini berisi lebih simple yang pastinya ada kata-kata pemisahan harta dari kedua belah pihak dan hal general lainnya, seperti jika perceraian dan kematian and that's it.

Sedangkan untuk yang customize mereka lebih detail, dari pemisahan harta, biaya rumah tangga sehari-hari, biaya anak, lists property/harta yang dimiliki sebelum menikah, lists tabungan, list hutang-piutang, dalam masa perceraian dll. Semua in detail dan jujur saja yang detail ini yang lebih menyakitkan hahaha, harga jasa notaris pun berbeda-beda, biasanya kalau notaris yang telah memiliki draft standard mereka akan lebih terjangkau yaitu kisaran Rp. 1juta s/d Rp. 5jt (sudah dengan didaftarkan dipengadilan), sedangkan yang customize ini dimulai dari Rp. 8jt s/d Rp. 25jt, fantastis yah.

Mengenai notaris mana dan prenup seperti apa, based on pengalaman saya masing-masing pasangan memiliki kebutuhan nya sendiri, ada yang merasa cukup dengan prenup format standard, ada juga mungkin seperti saya yang ingin detail, kedua-dua nya asal dilakukan di notaris yang memang baik maka akan sama saja kekuatan hukum nya, jadi bukan berarti notaris yang lebih murah kekuatan hukumnya lebih lemah, sekali lagi ini balik atas kebutuhan kita. Ohya hati-hati juga memilih notaris, banyak yang mendapat gelar notaris tetapi belum tentu dia juga qualified di bidangnya, biasanya cara saya dan hunny mengenal kemampuan notaris tersebut adalah dengan cara kami berdua harus benar-benar dulu banyak baca artikel mengenai bahasan prenup, jika pada saat konsultasi si notaris megap-megap and sering pergi buat nanya ke partner nya (this is what happened to us di notaris yang pertama kami temui) yah patut di ragukan kemampuannya, tetapi ketika kita ajak konsultasi dan si notaris dengan penjelasan yang percaya diri, mampu menjawab semua keraguan kita atas prenup dan malah dapat meyakini kita dari pengalaman saya berarti memang notaris tersebut benar-benar paham apa yang dia kerjakan.

Karena kami jadi menikah di Bali, maka kami memutuskan juga semua urusan wedding diselesaikan di Bali including prenuptial agreement ini, awalnya kami ingin membuat di Jakarta dengan pakai notaris Wijaya&co, harga yang ditawarkan fantastis memang ($ 2000), tetapi prenuptial yang mereka punya sangat-sangat detail (kayaknya lebih cocok memang buat kaum billioner) hehehe, si hunny sih oke-oke aja pakai wijaya karena memang isi prenupnya sangat detail, tetapi saya yang agak keberatan karena saya tau kita bisa dapat notaris yang qualified juga tetapi tidak semahal itu and we are not billioner :D. 

Akhirnya kami dapat notaris di Bali hasil rekomendasi salah satu teman baik kami yang pernah pakai jasa notaris ini untuk prenuptial teman saya tersebut. Well, akhirnya kami coba contact mereka (Vidhi Law Office) lalu dapat quotation awal sebesar Rp. 8jt, I think its a good price so karena kita run out of time we just decide to go with them, dan ternyata salah satu senior staff disana (mbak desy) sepertinya sangat berpengalaman karena mampu menjelaskan banyak hal kepada kami dan feeling kami juga oke dengan mereka, so akhirnya kita deal dengan VLO Bali ini. Karena banyak hal customized di prenup kami maka kita kena charge lagi jadi Rp. 10jt sudah termasuk biaya daftar di pengadilan, proses pembuatannya sendiri lumayan cepat, mereka mengirimkan draft, dan kami pun mengirimkan point-point yang kami inginkan di prenup, lalu setelah itu kita janjian konsultasi via skpe dengan biaya konsul Rp. 1,650,000/hour, setelah konsul dan semua pihak merasa memahami dan menyetujui draft akhinya draft yang tertulis dikirim kira-kira seminggu setelah konsultasi, setelah oke kita tetap harus datang ke Bali untuk tanda tangan prenup yang telah jadi.

Dan akhirnya Kamis, 5th of June 2015 dengan menggunakan sendal jepit, memakai baju pantai (celana pendek plus kaos) kami datang ke kantor Vidhi Law Office untuk menandatangani prenuptial agreement kami yang ternyata tidak seformil yang kami bayangkan :D, what a life... ketika prosesnya menguras air mata saya (terutama di pasal perceraian, dan anak) ternyata ketika tanda tangan justru kami sangat relax dan ketawa-ketawa sendiri knowing kita datang hanya bermodal sendal jepit, hihihi... But at least we know that another step has been done! yeay!!!....


F.Y.I berikut notaris yang saya bisa rekomendasikan jika ada yang mau membuat perjanjian pranikah ini :

1. Jakarta : Wijaya & Co (notaris Wijaya)
2. Bali : Vidhi Law Office (notaris VLO)

Both of them itu full services indonesian law firm, jadi nggak cuma notaris tapi banyak service lain yang ditawarkan.

Good luck, and be smart not be tricky!


Love,

5 komentar:

  1. selamat malam kaka, saya mau tanya nih, kalau menikah dgn WNA persyaratannya apa aja sih? and prosesnya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mayang,

      WNA nya negara mana dulu ya?, karena masing-masig negara memiliki syaratnya masing2 :) biasanya di website embassy negara bersangkutan suka ada informasi syarat untuk menikahnya.

      Good luck ya.



      C,

      Hapus
    2. Malam ka,dia warga negara Australia, saya sudah lihat syarat2nya, disana kan tertera kita harus membuat surat pernyataan belum pernah menikah, sya sudah tanya kmna2 ada yg bilang bikin sendiri dan ad jg yg bilang bikin di KUA sperti TNI, yg bner yg mna ya?+pengalaman ka2 gimana?
      Terima kasih,

      Hapus
  2. Hai, lagi browsing soal prenup dan ketemu blog ini. Mau nanya dong, dari proses negosiasi awal sampai tanda tangan totalnya makan waktu berapa lama? Ada saran ga, untuk amannya, mulai nyari2 notaris untuk mempersiapkan prenup ini sebaiknya berapa lama sebelum hari pernikahan? Terima kasih :)

    BalasHapus
  3. Thanks Mbak Catherine. Informasinya sangat detail kalau buat saya termasuk memberi rekomendasi notarisnya. Saya turut merasakan kelegaan saat Mbak dan Hunny akhirnya mendapatkan notaris yang cocok, profesional, dan berpengalaman. Happy ending after a tough struggle.

    BalasHapus