Animal Instinct : Mari peduli terhadap kehidupan yang lain

Dear Readers,

My princess Jeje

Hari ini tepat 1 tahun yang lalu anjing kedua saya di rescue dari jalanan, untuk cerita lebih lengkap bisa (click here), anjing kedua saya yang bernama Jeje itu hampir mati deh kalau sampai nggak di rescue, as maybe some of you sudah tahu ya kalau saya itu cinta banget sama anjing-anjing saya but be honest tadinya saya nggak suka anjing, besar dari keluarga yang mayoritas muslim sama sekali menjauhkan saya dari pandangan positif mengenai anjing dan bahkan hewan-hewan lainnya.

Sekarang malah saya tergila-gila sama anjing dan hebatnya lagi dari punya anjing insting saya untuk menyayangi dan menghargai hewan lainnya pun muncul, saya orang yang cuek banget tadinya.. sekarang saya malah berikrar nggak akan mau naik elephant trackking setelah mengetahui bagaimana gajah tersebut diperlakukan sebelum akhirnya dia bisa jinak kalau dinaikin sama manusia. Tidak juga saya tertarik nonton dolphin show ketika saya tahu bahwa lumba-lumba tersebut sungguh-sungguh tidak layak dirawat dan dibuat lapar sedemikian mungkin agar pada saat show mereka mau nggak mau, suka nggak suka akan nurut aja selama liat umpan makanan dan masih banyak lagi human behavior yang menurut saya justru sebagai makhluk yang katanya kedudukan nya tertinggi di jagad siklus kehidupan malah manusia mengambil peran terbesar dalam kehancuran makhluk hidup lainnya hanya demi keserakahan saja.

Saya merasa sekarang saya jauh lebih menghargai kehidupan dari belajar menghargai makhluk hidup lainnya, hati saya sudah nggak sekeras dulu lagi yang nggak peduli dengan apapun selama gue happy ya hidup gue fine... NO! I'm not in that level anymore and I'm so glad with that... Jeje sekarang sudah bahagia hidup bersama keluarga kami di Bangkok-thailand, kalau throw back lagi mungkin saja jeje sudah berakhir di piring dari orang-orang yang ga bisa bedain antara hewan ternak dengan piaraan. 

Tujuan impian libur sayapun berubah, dari yang pengen keliling eropa sekarang saya pengen banget ke afrika dan bersafari disana, lihat hewan-hewan bebas hidup di alam nya, melihat landscape yang indah secara natural, my animal instinct kayaknya memang sudah perlahan-lahan bangkit. Mungkin kita-kita yang besar di Indonesia juga nggak semuanya bersalah kalau kita kurang peka terhadap makhluk hidup lainnya, karena saya pun menyadari bahwa banyak dari keluarga kita mungkin yang tidak memperkenalkan kita untuk akrab dengan hal-hal tersebut, yah seperti keluarga saya... jangan kan akrab dengan anjing, liat ayam depan pintu aja ibu saya udah nyuruh saya ngusir hahaha jadi bagaimana kepekaan kita terhadap hewan mau ada ya, bukan culture di Indonesia juga kan... 

Miris hati saya kalau dengar (dan sering) ada anjing lagi di siksa di jalanan sama anak-anak kecil, hiksss.... masih kecil aja suka nyiksa hewan, pagemana kalau udah gede coba yang begitu?.... dan hello kemana yah orang tua nya?... saya ngerti juga sih ada agama yang bilang anjing itu hewan najis, yaudah deh tapi sekalipun najis itu kan Tuhan yang nyiptain bukan berarti juga harus disiksa, dibunuh. Ada lagi masyarakat yang beranggapan anjing itu baik untuk di konsumsi... oh my!!! lulus sekolah nggak sih? bisa tau bedanya hewan ternak dan hewan piaraan?... dan tau nggak proses anjing itu bisa sampai di konsumsi?, well ada yang dipukul hidup2, ada yang di rebus hidup2...nah kalau kita yang di rebus hidup2 bagaimana itu rasanya yah. dengerkan Dengar banyak kekerasan terhadap hewan membuat saya sering merasa malu menjadi manusia, lah kok bisa gitu loh kita yang dikirim sekolah malah melakukan hal-hal tak beradap begitu... dengar nggak berita kalo tas hermes birkin yang terbuat dari kulit buaya itu dihasilkan dengan cara menguliti buaya-buaya tersebut hidup-hidup?, well penggunaan kulit hewan untuk bahan industri memiliki standard operationalnya sendiri loh, nggak boleh asal maen bunuh ada syarat-syarat tertentu yang harus di ikuti sampai akhirnya bagian hewan tersebut boleh di produksi.

Apapun bentuknya, sudah selayaknya kita menghargai kehidupan lain yang Tuhan ciptakan juga, terlepas dari haram atau tidaknya mereka semua diciptakan karena memiliki tujuan sama seperti manusia diberikan kedudukan tertinggi bukan untuk menghancurkan kehidupan itu sendiri melainkan menghargai kehidupan yang telah Tuhan ciptakan.

So how far your animal instinct?... nggak perlu harus punya piaraan setidaknya tidak memiliki pikiran untuk menyiksa mereka pun sudah merupakan suatu kemuliaan.

Salah satu campaign Jakarta Animal Aid "Dogs are not food"



Love,

3 komentar:

  1. Bener banget say, kadang kita boleh gemees sama hewan(semisal anjing/kucing) tapi kita juga ga ada hak buat pukul mereka baik itu badannya atau bagian mana yang empuk buat di pukul(walaupun alasan gemees) Juga bukan kita saja yg bisa rasain sakit, mereka juga. Bedanya kita bisa protes(teriak atau balas mukul) sedangkan hewan kalau mereka bisa mukul balik saja, mungkin manusia nya bakal lebih nyiksa habis mereka.Jadi jalan satu2nya buat mereka kalau tidak kabur ataupun mengamuk, mereka pasti akan diam saja lalu akhirnya mati :(

    Nice Share <3

    BalasHapus
  2. hi lia, iyah betul banget.... tai sayang nya masih banyak dari kita yang nggak punya kepedulian untuk itu lia... hiks... semoga kalau sudah berkeluarga nanti kita bisa ngajarin anak2 kita buat respect sama animals ya... xoxo

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus