Menikahlah karena kamu siap, bukan karena usia!

Hi guys,


Finaly I'm back again... setelah weeekend kemarin berada di Jakarta untuk join di acara beauty trip dari Natural Honey hand and body lotion, pagi ini saya bersyukur bisa ada lagi di Bangkok kumpul sama anak-anak kaki empat saya :D

Anyhow my wedding day is getting closer and closer, setelah 3 tahun bersama dan memutuskan menikah banyak orang yang bertanya "kenapa nggak nikah dari dulu aja?", tidak ada yang salah dari pertanyaan tersebut, tapi hal ini jadi bikin saya terinspirasi untuk ngebahas soal pernikahan itu sendiri. Buat saya dan pasti buat semua wanita pernikahan merupakan hal yang paling istimewa, tetapi bedanya kalau menurut saya pribadi pernikahan itu akan menajdi sangat istimewa kalau semua terjadi secara alami (e.g bukan paksaan orang tua, bukan karena hamil duluan -menurut saya hamil duluan bukan alasan untuk menikah- dan yang paling penting bukan karena usia).

Pasti banyak yang bergeming "whattt??? bukan karena usia??? seriusssss????", apalagi yang cewek-cewek umur 25tahun aja udah gelagepan pengen nikah, hey girls... menikah based on cinta aja belum tentu bikin kita bahagia apalagi cuma karena usia. Saya nggak pernah mematok dari dulu usia berapa saya harus nikah, NEVER.... and now saya sudah 29tahun baru mau menikah dimana teman-teman saya sudah beranak 2 dan bahkan ada yang 3 hihihi, ngerasa minder? nope!, itu dia balik lagi dari diri kita sendiri, saya menyadari kehidupan itu bukan cuma dilahirin-bertumbuh-sekolah-kuliah-kerja-nikah-punya anak-punya cucu-jadi tua dan meninggal, buat saya kehidupan itu lebih dari fase-fase tersebut.

Yang lagi anget nih, ada salah satu artis muda yang baru "dekat" dengan cowoknya dan akhirnya mutusin nikah karena alasan agama dan 2 bulan setelah nikah bercerai, do you wanna have life like that?... saya ngerti artis itu juga pasti nggak mau hal tersebut terjadi, tapi saya yakin kalau keputusan menikah itu dipikirkan masak-masak maka nggak perlu ada perceraian karena nggak ada pernikahan.

Saya mau share beberapa hal yang membuat kita "menilai" diri kita ini siap untuk menikah :

1. Bertemu dengan orang yang tepat : sebenernya saya mau bahas tersendiri nih mengenai topik ini, tapi disini saya jelasin in general aja ya, lama pacaran memang nggak pernah bisa menentukan kita sudah siap untuk menikah atau belum, tetapi itu menjadi salah satu faktor yang ngedukung kita untuk bertemu dengan orang yang tepat, misalnya orang yang baru pacaran biasanya mereka masih dalam tahap penyesuaian nah dalam tahap penyesuaian ini kalau salah satu menyerah yaudah berarti putus, beda dengan orang yang sudah lama pacaran yang punya cerita ups and downs sendiri, kalau sampai lama pacaran dan masih bertahan berarti kedua-duanya memang memiliki visi dan misi yang sama dan biasanya by the time hati kita bisa tergerak sendiri untuk mastiin pasangan kita itu orang yang tepat or nggak berdasarkan banyak nya hal yang telah dilalui atau dihadapi bersama, inget ya dalam fase ini kedua belah pihak harus terlihat "perjuangannya" bukan dari pihak kita aja sebagai wanita yang berjuang bertahan, tapi pasangan kita pun harus... nah kalau kita tidak lihat indikasi itu bisa jadi kita kasih big question mark, what happen????....

2. Cinta yang terus bertambah : Banyak yang bilang dan bahkan kejadian kalau sudah terlalu lama bersama "api-api" cinta itu bisa padam, nah kalau sampai itu kejadian pasti ada yang salah sama hubungan kita. Kalau saya pribadi be honest dalam hubungan itu pasti ada rasa bosen yang bisa kapan saja datang, tapi bukan menjadi alasan untuk mengurangi cinta saya, saya rasain setiap hari betapa bahagia nya saya kalau liat pagi-pagi bangun si hunny udah ganteng pake baju kerja, terus betapa sedihnya kalau misalnya ditinggal si hunny business trip dan saya harus tidur sendiri, rasa kangen itu selalu ada walaupun sudah sering banget juga ditinggal sendirian. Jangan menjadikan cinta yang ada itu cuma ordinary love, kalau pasangan kita yang nggak romantis yaudah kita aja yang bikin hal-hal kecil romantis untuk pasangan kita biar api-api cinta itu nggak padam (cieeehhhh).

3. Jangan pernah membandingkan dengan rumput tetangga : Hahahaha ini sih ungkapan lama banget tapi memang benar, setiap individu itu memiliki kisahnya masing-masing, kita bisa saja melihat temen kita yang menurut kita nih pacarnya dia itu romantis, padahal kita nggak tau kalau ternyata pacarnya itu romantis kebanyak wanita lain juga. Bersyukur dengan pasangan kita, karena setiap orang jodohnya berbeda-beda tetapi dengan tujuan yang sama yaitu BAHAGIA.

4. Siap berbagi : nah siap berbagi ini bukan cuma berbagi secara financial saja, tetapi hati pikiran dan hidup, ketika kita sudah memiliki pasangan kita sudah nggak bisa lagi hidup secara egois e.g waktu masih single bisa aja kita bilang "pokoknya apapun yang terjadi sekalipun gw punya pacar/suami gw masih pengen kerja keras", pernyataan-pernyataan itu normal sih karena kita belum diperhadapkan dengan situasi yang sebenarnya, contohnya saja acara Natural Honey weekend kemarin, awalnya saya nggak mau pergi walaupun dalam hati saya pengen banget pergi, alesan saya nggak mau adalah takut nggak diijinin sama si hunny, kecewa sih tapi saya masih bisa santai dan enjoy karena menyadari kalau sudah berpasangan nggak bisa semua jalan sendiri-sendiri tapi ternyata si hunny kasih ijin baru deh saya putuskan berangkat.

Nah menurut saya hal-hal diatas itu yang menjadi pertimbangan dan pada akhirnya saya siap menikah, setelah banyak juga cobaan dan air mata (halah) tetapi kita justru masih bisa bersama... dan hal-hal menyakitkan serta menyedihkan yang telah kita lalui bersama itulah yang menurut saya akhirnya membuat cinta itu selalu ada. Istilahnya kalau rumah pondasi yang dibuat itu harus kuat, harus teruji dulu oleh waktu dengan segala situasi...not because by the number of our age!.

ps: Jangan buta juga karena cinta, inget ya hubungan akan sukses kalau keduanya mau berjuang bersama, bukan salah satu pihak saja.



Love,

4 komentar:

  1. Ahhh.... deg-degan ga sih counting down on your wedding date?

    Tapi setuju masalah nikah itu kalo zaman sekarang kudu karena siap bukan karena gengsi umur ataupun mau liad anak gede (+ cucu), that's so naive.
    So many things to consider regarding marriage.

    Btw, sudah kufollow jeung blognya.. Folbek yahhhh ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi Noni.... I miss youuuuuu... huhuhu semoga bisa ketemu lagi yah...

      hihihi deg deg kan dong, tapi bukan karena mau lepas statusnya cuma khawatir ke acaranya aja hahahaha

      xoxo

      Hapus
  2. hi catharinaa,congrats ya on your wedding nanti ^^ semoga segala persiapannya lancar ^^ Gbu

    www.cleoputri.com

    BalasHapus
  3. Hi putri,

    Thank u ya say... Amin amin amin!

    Xoxo

    BalasHapus