Indahnya ber-snorkeling di Timur Bali (AMED)


Tidak lengkap rasanya kalau liburan ke daerah pantai tapi tidak merasakan air pantai nya, untuk saya berendam di laut hukum nya wajib jika kita mengunjungi daerah pantai (kecuali kalau memang pantainya dilarang untuk berenang karena arus yang bahaya). Sama seperti di Amed, masih inget ya tulisan saya mengenai Amed yang terletak di Bali timur ini... silahkan CLICK HERE jika belum membacanya, setelah bercerita tentang daratan Amed, kali ini saya mau share tentang tempat-tempat yang bagus untuk kita snorkeling. Karena berbatasan langsung dengan laut, Amed memiliki beberapa spot yang bagus untuk kita menikmati keindahan alam bawah laut, berikut saya akan bahas beberapa spot untuk snorkeling yang telah kami coba.

1. Pantai Jemeluk :
Pantai ini letaknya nggak jauh dari awal jalan kita memasuki daerah Amed, Jemeluk ini memang sangat terkenal dengan spot snorkeling nya, selain air nya yang tenang di tempat ini kamu juga bisa menemukan terumbu karang yang indah plus beraneka ragam ikan hias yang colorful banget.
Ohya disini juga terkenal dengan terumbu buatan yang bentuknya kayak kuil kecil gitu, sepertinya memang sengaja ditempatkan di kedalaman pantai ini, Jemeluk ini tempat yang buat saya nyaman melakukan snorkeling sampai lama, selain arus nya yang tidak kencang, pantai ini juga memiliki pemandangan bawah laut yang nggak ngebosenin, saya memiliki phobia dengan kedalaman laut, tapi saya agak berani untuk berenang di pantai ini dibanding di tempat-tempat lainnya.

 Jemeluk beach



Ini kuil/pura kecil yang saya mention diatas, sekarang banyak ditinggali ikan-ikan cantik.

Fasilitas snorkeling di pantai Jemeluk ini sangat lengkap, jadi jangan khawatir kalau kamu tidak membawa perlatan snorkeling, harga sewanya pun terbilang murah, 1 set alat snorkeling di harga Rp. 50,000 dan tanpa batasan waktu. Karena saya selalu bawa perlengkapan sendiri, so saya hanya tinggal menyewa life vest saja seharga Rp. 20,000.

Selain tempat sewa alat, disini juga ada beberapa warung makan yang kita bisa sambil sewa kursi pantai lengkap dengan umbrella, atau kalau mau gratis kita makan di warung tersebut dan nanti kita boleh pakai fasilitas kursi pantainya. Intinya semua harga reasonable, masih masuk akal dibanding tempat wisata lain di Bali yang teh botol saja harganya bisa sampai Rp.25,000.





2. Banyungin (Japanese ship wreck)

Spot snorkeling yang satu ini letaknya agak lebih jauh, harus sedikit naik dari Amed dan menjadi salah satu yang terkenal juga karena ada kapal yang ditenggelamkan di pantai tersebut, kapalnya itu milik nelayan jepang, nggak terlalu besar tapi cukup menarik untuk dilihat (walaupun untuk saya agak-agak menakutkan) hihihi.


Photo diatas adalah gambar dari kapal yang tenggelam itu, sudah agak lama jadi sekarang sudah hampir jadi terumbu... sebenarnya pengen banget mendekat ke kapal itu, tapi ketika saya snorkeling di pantai ini saya kena panic attack, dimana tiba-tiba saya ngerasa takut yang berlebihan, terus langsung kebayang kalau saya ada di dalam kapal itu... karena alasan itu juga akhirnya saya hanya snorkeling beberapa menit saja, karena bahaya juga disaat kita ngga confidence nanti malah kenapa-kenapa, but as always hunny melanjutkan perjalanan saya.

Banyungin ini sangat terkenal juga, jadi tempatnya pun enak... ada restaurant untuk duduk-duduk sambil makan and nunggu yang lagi diving or snorkeling, tetapi arus di pantai ini agak kencang ya, jadi nggak di rekomendasiin buat yang skill berenangnya masih dibawah canggih. Saya pun sebenernya agak takut, tapi dari awal hunny mencoba meyakinkan saya, sampai akhirnya saya kena panic attack itu.




Harga sewa alat snorkeling juga tidak berbeda dengan pantai Jemeluk, 1 set Rp. 50,000 dan bisa pakai sepuasnya. Buat kamu yang lebih suka sedikit tantangan dalam bersnorkeling, pantai ini cocok deh dan wajib di kunjungi.

3. Pantai Selang :

Pantai ini terletak di depan Villa tempat kami menginap, yaitu Blue Moon Villa... area nya sepi sekali, tetapi penduduk lokal bilang bahwa sebenarnya Selang beach ini memiliki obyek underwater yang sangat bagus, and again tempat ini sepi karena arus di pantai ini yang kuat, jadi kalau kita yang suka snorkeling santai sepertinya akan agak susah karena kita harus bener-bener aware dengan arus air yang bisa berubah-ubah, dan karena itu juga hanya si hunny yang snorkeling disana... saya jadi penonton saja :)

Akar bahar
Ketika kami berjalan kaki ke pantai ini memang benar disini sangat sepi pengunjung, hanya beberapa turis saja yang menyewa jukung (perahu nelayan) yang sengaja berhenti di pantai selang untuk snorkeling. Berbeda denga  Jemeluk beach di Selang beach ini tidak ada fasiitas snorkeling ataupun warung untuk sekedar duduk bersantai.


Hunny memutuskan untuk snorkeling di pantai ini, dan setelah menyelam beberapa saat si hunny memang bercerita bahwa arus di pantai sangat kuat... tetapi pemandangan bawah lautnya juga nggak kalah indah, dia juga menemukan akar bahar... tau dong akar pohon yang suka dibuat gelang? (papah saya punya), lalu ada gundukan terumbu besar juga walaupun ikan nya tidak sebanyak di pantai-pantai yang lain.



Tidak lama si hunny bersnorkeling di pantai ini karena memang arusnya yang sangat kuat, but at least we got nice photos and video from this beach.

Sebenarnya masih ada satu pantai lagi yang terkenal dengan pasir hitamnya, namanya pantai Lipah... tapi pas kita datang kesana selain panas banget, saya agak terganggu dengan penduduk lokal (terutama laki-laki) yang you know lah ya mulutnya rame banget kalau liat perempuan Indo jalan sama bule, so saya minta pergi dari pantai itu deh.


Nah 3 pantai itu lah yang sudah kami coba langsung di Amed, masing-masing pantai memiliki keindahannya sendiri, saya jadi makin mencintai alam dan semakin menyadari untuk tidak menjadi bagian dari perusak lingkungan seperti photo dibawah ini :


Please-please-please.... don't do that!!! berdiri diatas coral its a crime, kita nggak akan pernah bisa menikmati keindahan nya lagi kalau setiap hari ada orang model begini. JANGAN RUSAK TERUMBU KARANG DENGAN BERDIRI DIATASNYA... ini bukan cara kita menikmati keindahan mereka. (Setelah ambil photo ini si hunny langsung tegur anak-anak muda yang entah bisa baca atau nggak kalau ada larangan berdiri diatas coral).

Well, itulah perjalanan saya selama di Bali Agustus lalu... next month saya akan ke Bali lagi dan disambung dengan Lombok. Pastinya akan share lagi cerita yang seru seputar traveling ini, btw thank you for visiting my blog.




Love,
C

4 komentar:

  1. Bagus banget! I will try to accomplish this snorkeling thingy! hahaha
    Baru nyadar aku belum follow, tapi skrg udah! :D

    Big Dreamer

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi Mei,

      thx for follow... hehehe iya harus, aku juga awalnya takut... apalagi punya phobia sama kedalaman laut, but once you got there you will enjoy it very much.

      Hapus
  2. Cath, what camera do u use to shoot underwater? So interesstingggggg.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. oit non,

      aku pake fuji film finepix XP80, bagus deh kameranya... buat underwater worth to buy banget, not so expensive juga.

      Hapus