Mutiara dari Lombok (Desa Tenun Sukarara dan Desa Sasak Sade)


2 minggu sudah saya absen dari blog ini, karena harus ke Jakarta untuk ujian kuliah.. I'm back again dengan cerita lanjutan liburan saya di Lombok, oiya... untuk cerita sebelumnya bisa klik bagian 3. Kita langsung saja mulai cerita di bagian ke 4 ini yuks...
 
Di hari ke 4 ini saya memutuskan untuk mengunjungi Lombok tengah dan lanjut ke selatan, di Lombok tengah saya berhenti di desa yang terkenal akan kerajinan tenun nya yaitu Desa Sukarara, awal datang kami disambut ramah oleh salah satu staff dan lagsung digiring kedalam untuk diminta menggunakan baju tradisional Lombok, hehehehe setelah ganti kostum lalu kami digiring lagi ketempat lain yaitu rumah adat khas Lombok, dan pastinya berfoto disana. Be honest saya agak aneh kenapa hanya saya dan suami yang diminta pakai kostum tradisional nya, sedangkan tamu lain tidak... tapi yah anggap saja advantage buat kami dan sekaligus bahan untuk foto.

Puas foto-foto kami diajak untuk mengelilingi Desa Sukarara dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pekerja tenun, ohya ada yang menarik dari kisah tenun-menenun ini... jadi kalau kita menjadi anak gadis di desa ini kita harus wajib bisa nenun kain atau kalau tidak kita tidak akan di ijinkan menikah :D jreng... jreng kalo saya pasti sudah nggak nikah-nikah deh karena nggak bisa-bisa nenun.


Di Desa Sukarara ini saya membeli kain tenun berupa taplak meja, kita bisa membeli hasil karya penduduk sekitar di tempat ini... harganya ya lumayan fantastis tapi 1 tips dari saya "TAWAR-MENAWAR ITU WAJIB", pengalaman saya silahkan tawar lebih dari setengah dari harga aslinya. misalnya tapak meja diharga Rp. 450ribu nah saya tawarnya di Rp. 150ribu dan deal nya di harga Rp. 200ribu :D


Pemberhentian kedua adalah Desa Sasak Sade, salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungin karena merupakan desa yang terkenal dengan suku sasaknya, rumah adat tradisional yang masih banyak berdiri dan masyarakatnya yang masih hidup sederhana.


Bentuk rumah merekapun sangat unik, dapur-ruang tidur dijadikan satu, walaupun terlihat atapnya tinggi ketika kita masuk kedalam rumah harus sangat hati-hati dengan kepala, di bagian kedua baru ada seperti tangga dimana ketika kita masuk akan terlihat ruangan yang lebih besar yang merupakan pusat kegiatan keluarga (masak, tidur dll), kebanyakan rumah mereka masih beralaskan tanah dan bebatuan serta gelap tanpa adanya listrik yang menerangi, tapi sekarang sudah ada beberapa rumah yang diterangi oleh listrik.


Yang menarik untuk saya adalah masih adanya beberapa orang tua dari generasi terdahulu dan masih aktif menenun, ketika saya bertanya pada guide kami berapa usia rata-rata orang tua tersebut beliau menjawab "tidak tahu" bahkan si guide sendiri juga tidak tahu berapa usia dirinya... hehehehe ini dikarenakan warga di desa Sasak Sade ini masih sangat tradisional dulunya, tidak biasa menggunakan tanggalan,  hanya beberapa tahun belakangan ini sudah mulai sedikit-sedikit menerima kedatangan "fasilitas" moderenisasi.


Untuk berkunjung kedua desa yang saya ceritakan diatas tidaklah sulit, apalagi jika kita menyewa mobil dan supir karena biasanya para supir rental ini sudah tahu betul dua desa ini, untuk masing-masing tempat memiliki local guide yang akan menyambut kita diawal kedatangan, jika di desa Sukarara guide nya tidak meminta bayaran (biasanya mereka lebih mengharapkan kita membeli kain tenun yang ada di koperasi desa) lain hal nya dengan di desa Sasak dimana dari awal guide menjelaskan bahwa akan ada uang sukarela yang harus kita bayarkan, last time saya beri tip Rp. 50,000 karena saya juga membeli kain tenun punya istrinya si guide :D 

Next post akan membahas pantai di Lombok selatan, siapa yang penasaran dengan Tanjung Aan yang terkenal?, atau pantai Mawun yang indah?... saya akan cerita tentang keindahan pantai-pantai ini di postingan selanjutnya. 

Ohya feel free untuk share tulisan saya, but please I di appreciated untuk tidak mengcopy atau mengambil gambar-gambar di blog saya tanpa seijin saya yah. 



Thank you for visit and don't forget to follow me.


Love,
C

4 komentar:

  1. You and your husband are lookin gorgeous. Saya juga tidak bisa menenun dan ngga sabaran kalau belajar menenun hahah apa jadinya jika tinggal disana ya... baru tau di pedalaman ternyata masih memiliki mindset yang classical dan terkesan "kolot" seperti itu.

    kebetulan menemukan blog ini lalu mampir dan saya suka postingannya,
    ditunggu postingan selanjutnya :)
    Ingin saling berteman di blog? let me know

    Cheerio,
    LILSHELULLABIES

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Lucy,

      Just visit your blog... love your creativity :) btw I follow your blog already, If you don't mind please follback my blog ya...
      thank you sudah visit blog saya :)

      xoxo

      Hapus
  2. Hey I'm a new reader, an your blog is super cool. I really like this post, travelling is one of my favourite things. BTW, your outfit in it is stunning.

    Amy;
    Little Moon Elephant

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Amy,

      Thank you for visit my blog, I love traveling too... it great to learn new things from many places, btw if you need english version from my post please feel free to contact me :)

      xoxo

      Hapus