Karena pemerkosaan bukan salah saya, kamu, anda, mereka, kalian dan kita yang menjadi perempuan.


Image by google

Saya tulis ini karena agak risih dengan pemberitaan yang ada di Indonesia soal pemerkosaan gadis kecil yang baru berusia 14th dan diperkosa oleh 14 makhluk buas (sorry kayaknya nggak pantas disebut manusia) dan lalu ada sekelibatan statement yang saya dengar menyudutkan kaum wanita yang suka berpakaian minim sebagai salah satu pemicu pemerkosaan itu ada.

Risih banget ya denger pernyataan itu, dan menurut saya itu menyedihkan… sudah perempuan yang sering dijadikan objek perkosaan plus jadi objek kesalahan juga. Kalau follow saya di Instagram pasti tau style saya yang pastinya masuk kategori style pakaian minim (entah minim itu standard nya seberapa, anggep aja lah saya masuk kesitu). 

Saya kemana-mana di Bangkok sini seringnya pakai hot pants plus tank top, pakaian yang kalau di Jakarta sering saya hindari… kenapa di Bangkok saya cuek pakai baju yang dikategorikan minim?, karena penduduk sini juga termasuk orang yang cuek dan nggak sibuk mata nya jelalatan cuma buat liatin cewek pakai baju seksi. Apakah saya naik-turun mobil di Bangkok?… NO! nggak perlu naik-turun mobil di Bangkok mah kalau cuma sekedar buat pakai baju sexy.

Thailand merupakan negara yang saya bilang termasuk paling religius, tiap sudut ada kuil.. ada tempat sembahyang dll, termasuk di komplek rumah saya yang nggak begitu besar tapi punya 4 spot untuk sembahyang.. di Thailand nggak ada libur Natal, pokoknya semua tanggal merah hanya terkait hari kebesaran Agama mayoritas di Thailand… nah kurang fanatik apalagi Thailand?, tapi apakah yang fanatik menjadikan mereka berpikiran tertutup?… The answer is NO!.

Saya sering ke supermarket dari rumah naek ojek, iya ojek… itu yang transport motor terus pengemudinya cowok yang sering kita bilang abang-abang ojek, di Bangkok juga ada. Kalau ke supermarket juga cuma pake celana pendek plus tank top terus sendal jepit… tapi tau nggak? saya ngerasa nyaman-nyaman aja tuh walaupun naik ojek.

Digodain nggak?… NO-never-nggak pernah!, nggak ada tuh tukang ojek godain penumpang, hubungannya profesional, anter ketempat tujuan, kita bayar then udah selesai. Sepanjang jalan menuju pangkalan ojek di deket rumah saya harus jalan kaki, harus ketemu tukang kebun saya, tukang sapu jalanan, satpam rumah, petugas cleaning service rumah sakit, dll. Secara “kasta” kurang terbelakang apalagi mereka???…. apakah mereka gangguin saya? jawabnya NO, mereka justru dengan ramah menyapa “Good morning madame”, sapaan yang sopan dan terkesan hormat dari pada yang sering kita denger di Indonesia “Mau kemana neng?, abang anter nyok?!”.

Saya nggak mau jauh-jauh bandingin Indonesia dengan misalnya Eropa, cukup dengan negara yang masih sama-sama ASEAN saja, negara yang sama-sama punya tingkat religius dan budaya yang tinggi, jadi saya nggak akan dibilang “itukan dunia barat, beda dengan Indonesia”. Menurut saya kita harus berani terima bahwa kasus perkosaan itu ada karena mental pelakunya yang rusak… itu otak or isi kepala kalau emang udah korslet liat perempuan dibungkus kayak lontong juga tetep aja bakal diperkosa. 

Logika ya, anak kecil pulang sekolah, pakai seragam sekolah… apa fun nya perkosa anak kecil kalau emang bukan otak pelaku yang udah korslet???, mau nyalahin anak kecilnya yang pulang sekolah lewat jalanan yang ada orang korslet lagi pada mabok?… nah terus itu si gank korslet ngapain mabok di jalanan?… intinya mau perempuan pakai baju apapun, usia berapapun, kalau otak dan mental pelaku yang emang udah korslet ya tetep aja kasus perkosaan akan tetap terjadi.

Dari pada sibuk nyalahin pihak yang sering jadi objek perkosaan a.k.a perempuan, dan sibuk mengatur kami harus pakai baju seperti apa dan gimana… kenapa nggak sistem undang-undang yang diperbaiki untuk lebih melindungi anak-anak atau perempuan yang sering menjadi objek perkosaan plus para pelaku yang telah tertangkap dihukum yang berat, jangan cuma beberapa tahun atau belasan tahun dan mereka bisa bebas serta bisa mengulang kejahatan yang sama lagi.

Saya benar-benar againts pernyataan kita perempuan harus berpakaian yang setidaknya tertutup agar terhindar dari perkosaan, buat saya sih wat de hek!!!!, nyatanya masih banyak anak kecil juga jadi korban pemerkosaan, padahal nggak pakai pakaian sexy. Nyatanya di Bangkok orang-orang sekelas tukang ojek, cleaning service dan bahkan tukang kebun pun nggak pernah iseng gangguin saya yang suka berpenampilan minim, malah justru di Jakarta saya pakai baju tertutup  kemeja lengan panjang, dan long jeans pun masih saja digodain ketika menunggu taksi dipinggir jalan. Apa yang salah disini??.


Masih terlalu banyak yang harus diperbaiki dari negara Indonesia ini, dari pada sekedar sibuk mengurusi cara berpakaian perempuan yang aman agar tidak diperkosa. Kalau mau yang urgent yah  kenapa tidak sistem pendidikan, dan pastinya sistem hukum Indonesia yang harus terlebih dahulu diperbaiki dan jangan lupa Akhlak.



"Rape is not just a women's issue. It's about men who stop behaving like human beings & start behaving like animals"



Love,
C

2 komentar:

  1. THIS POST IS FUCKING GOLD.

    BalasHapus
  2. SETUJU!!

    Aku sampai unfriend facebook dan path orang-orang yang nulis status yang menyalah-nyalahkan korban. Bodo amat mau dimusuhin karena unfriend, status mereka bikin perasaanku nggak enak. Orang2 kayak begitu tuh yang bikin banyak korban pelecehan enggan melapor. Buat apa? Toh bukannya mendapatkan simpati dan pembelaan yang layak, mereka malah dibully dan disalah-salahkan.

    Kenapa harus perempuan yang diatur cara berpakaiannya, pulang jam berapa, dan lewat mana; tapi laki-laki nggak diatur untuk mengendalikan nafsu binatangnya?

    Semoga post ini membuka mata banyak orang :')

    BalasHapus