Generasi -Y- dan berita "sampah"

Hello Peeps, Para Generasi Y dan teman-teman semua :D

Pic credit by Google

Ini nih bahasannya kali ini bakalan agak berat dan sensitif... btw sebelum saya mulai happy f*cking Friday everyone :D *wink, semoga weekend ini semua bahagia :)

Jujur ya, sering nggak sih mood kita rusak pagi-pagi karena baca berita di Facebook feeds, twitter atau e-news di smart phone?... kalau saya sih sering hahahaha sekarang jadi males buka facebook pagi-pagi, karena pasti ada aja hal yang nyebelin yang saya baca.

Pagi ini aja nih saya tiba-tiba liat video singa di Taman Safari yang lagi di pukulin sama pawang nya karena nggak mau naek ke stage yang biasa di pake buat foto-foto'an sama makhluk yang haus foto, yang berasa selfie aja nggak cukup lalu tertarik foto sama hewan liar yang disiksa dulu baru deh hewan itu mau welcome sama kebodohan manusia. Berita si Mario Teguh yang katanya nggak mau ngakuin anak nya, terus berita selebgram yang udah dilamar terus pacarnya ternyata ngehamilin perempuan lain... yekss!.

Is there any positive news  that can help us to become positive during the day?, berita sampah kayaknya lebih menarik ya dari pada berita yang mendidik, emang sih semua berita-berita yang beredar itu bukan tentang diri kita, bukan tentang keluarga kita... tetapi karena kita ini adalah generasi Y yang tumbuh besar dan berkembang nggak jauh-jauh dari tekhnologi so smart phone bukan barang yang bakal kita nggak sentuh dari pagi, dan apa yang kita "konsumsi" dari pagi itu akan berpengaruh sama kita for the rest of the day.


What is Gen·er·a·tion Y ????


noun

The generation born in the 1980s and 1990s, comprising primarily the children of the baby boomers and typically perceived as increasingly familiar with digital and electronic technology.


See... familiar with digital and technology kakaks... jadi jangan minta si para generasi Y ini nggak buka smart phone dan nggak baca berita yang ada (entah sengaja or cuma kebaca aja). Saya prihatin banget karena sering nya too much s*it yang kita share dan baca di Socmed, kayak yang baru-baru ini juga kejadian lagi nih yang lucu si Jaden Smith anak nya Will smith diberitain meninggal, tanpa cari referensi lain atau tanpa buka link lain kita maen share-share aja dan doa-doa turut berduka citalah etc etc etc... and ternyata??? It's hoax... you know kan hoax? 


"A hoax is a deliberately fabricated falsehood made to masquerade as truth. It is distinguishable from errors in observation or judgment, or rumors, urban legends, pseudosciences or April Fools' Day events that are passed along in good faith by believers or as jokes".


Dan apa? kita nanggepinnya udah serius banget... sampe doa2 RIP segala, dulu sih awal-awal aktif lagi di Facebook saya sempet beberapa kali kena hoax, bego nya ikut share juga hahahaha but then saya belajar kalau untuk berita-berita di Socmed better kita cari referensi lain lagi, gunanya apa? biar kita ga keliatan bodoh-bodoh amat lah sebagai pengguna Socmed.

As Gen Y we are very close to Technology
And NOTHING WRONG WITH THAT!

At the end apa yang kita bisa lakuin untuk menghindari berita-berita sampah??? jawab nya ya NGGAK ADA :D karena sebagai generasi Y kayaknya tekhnologi nggak mungkin jauh dari kita.

Tapi ada satu hal yang saya percaya sih ampuh ya, kontrol diri... jangan sampai society yang mengkontrol kita, tapi kita nya yang harus bisa kontrol diri, sadar diri apa yang bisa kita lakuin, jujur saya pribadi karena tahu saya ini nggak tegaan dengan hewan jadi sekarang semua group animal lovers or dog lovers sudah saya unfriend, bukan nya apa-apa ya... sering banget dari group-group begitu saya lihat gambar yang hurtful, kalau sudah lihat kekerasan begitu bisa seharian sedih dan mikirin bahkan sampai nangis... dan ini mulai ganggu banget. Kita bisa milih kok kalau sesuatu itu lebih mendatangkan manfaat yang positive silahkan di share, stay atau aktif di dalamnya, tapi kalau isinya cuma sampah dan bikin hati hidup pikiran kita nggak nyaman ya buat apa?.





Love,
C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar